Tentang Gua Hira, Tempat Rasulullah Menerima Wahyu | Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung
27076
wp-singular,post-template-default,single,single-post,postid-27076,single-format-standard,wp-theme-stockholm,stockholm-core-2.3.2,eio-default,ehf-template-stockholm,ehf-stylesheet-stockholm,ally-default,qodef-qi--no-touch,qi-addons-for-elementor-1.9.3,select-theme-ver-9.3,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,header_top_hide_on_mobile,,qode_menu_,elementor-default,elementor-template-full-width,elementor-kit-31874,elementor-page elementor-page-27076,elementor-page-33071

Tentang Gua Hira, tempat Rasulullah menerima wahyu

Picture of Az Zahra Lampung

Az Zahra Lampung

Tatkala usia Rasulullah mendekati 40 tahun beliau sering mengasingkan diri ke Gua Hira. Gua Hira merupakan gua yang terletak di Jabal Nur,  lebarnya 1,75 hasta dengan ukuran dzira’ al Hadid (hasta ukuran besi), panjangnya 4 hasta, tidak terlalu tinggi, tetapi medan yang harus dilalui lumayan berat karena berupa bebatuan mulai dari yang ukuran kecil sampai yang berukuran besar.

 

Jarak antara Gua Hira dengan Kakbah di Masjidil Haram, apabila ditarik garis lurus, yakni 5,24 Km. Dari pusat kota Mekah perjalanan darat dengan kendaraan ke kampung terdekat sebelum naik ke bukit Jabal Nur cukup memakan waktu tak kurang dari 20 menit.


Beliau tinggal di dalam gua tersebut saat bulan Ramadhan, memberi makan orang-orang miskin yang mengunjunginya, menghabiskan waktu untuk berfikir dan merenung mengenai kondisi masyarakat yang jahiliyah.

 

Pilihan mengasingkan diri (uzlah) yang diambil beliau merupakan bagian dari takdir atau skenario Allah terhadapnya. Hal ini agar beliau terputus dari kesibukan-kesibukan duniawi, goncangan kehidupan dan ambisi-ambisi kecil manusia yang mengusik kehidupan sehingga siap untuk mengemban amanah yang agung yaitu menyebarkan Islam yang rahmatan lil’alamin.


Rujukan:

📖 Perjalanan hidup Rasul yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik akhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri

🔎https://news.detik.com/berita/d-4134563/napak-tilas-ke-gua-hira-tempat-nabi-dapat-wahyu-pertama