Malaikat Jibril membawa wahyu pertama kepada Rasulullah
az zahra lampung, sd islam az zahra, pendaftaran sd lampung, sd islam az zahra, sd islam lampung, sd islam bandarlampung
27106
post-template-default,single,single-post,postid-27106,single-format-standard,qode-social-login-1.1.3,qode-restaurant-1.1.1,stockholm-core-1.2.1,select-theme-ver-5.2.1,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,jet-desktop-menu-active,wpb-js-composer js-comp-ver-6.1,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-22534,elementor-page elementor-page-27106
Title Image

Malaikat Jibril membawa wahyu pertama kepada Rasulullah

   

Tatkala usia Rasulullah 40 tahun tepatnya tanggal 21 Ramadhan (Hal ini dinyatakan oleh Syaikh Prof. Dr. Mahdi Rizqullah Ahmad dalam karya beliau As-Sirah An-Nabawiyyah fii Dhau’ Al-Mashadir Al-Ashliyyah, hlm. 130)

, malaikat Jibril mendatangi Rasulullah di Gua Hira sembari berkata ,” Bacalah ! (Iqro) ” kemudian Rasulullah menjawab, “Saya tidak bisa membaca” kemudian malaikat Jibril memegang dan merengkuh Rasulullah sembari kembali berkata, ” Bacalah!” Rasulullah tetap menjawab, ” Saya tidak bisa membaca” hal ini terjadi sampai 3 kali kemudian akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama yaitu Q.S Al Alaq 1-5 :


اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,


خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.


اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ

Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah,


الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,


عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.


Setelah itu Rasulullah pulang dengan merekam bacaan tersebut dalam kondisi gemetar dan khawatir, lantas menemui istrinya Khadijah binti Khuwailid, sembari berkata, ” Selimuti aku ! selimuti aku! “.


Bersambung…


 

Rujukan:

📖 Perjalanan hidup Rasul yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik akhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri


📖 As-Sirah An-Nabawiyyah fii Dhau’ Al-Mashadir Al-Ashliyyah, hlm. 130

 

Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung