Solusi peletakan batu di Ka’bah
az zahra lampung, sd islam az zahra, pendaftaran sd lampung, sd islam az zahra, sd islam lampung, sd islam bandarlampung
26620
post-template-default,single,single-post,postid-26620,single-format-standard,qode-social-login-1.1.3,qode-restaurant-1.1.1,stockholm-core-1.2.1,select-theme-ver-5.2.1,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,jet-desktop-menu-active,wpb-js-composer js-comp-ver-6.1,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-22534,elementor-page elementor-page-26620
Title Image

Solusi peletakan batu di Ka’bah

Lima tahun sebelum nabi Muhammad diutus menjadi Rasul, Makkah pernah dilanda banjir bandang yang menyebabkan bangunan Ka’bah hampir ambruk. Semula semua orang enggan untuk merenovasi dan merobohkan Ka’bah hingga akhirnya diprakarsai oleh Al Walid bin Al Mughirah Al Makhzumi. Setelah melihat tidak terjadi apa-apa terhadap Walid akhirnya dilakukan perobohan dan perenovasian Ka’bah.


Pimpinan proyek ini adalah seorang arsitek berkebangsaan Romawi bernama Baqum. Tatkala pengerjaan sampai pada peletakan Hajar Aswad, setiap kabilah berselisih tentang siapa yang paling berhak mendapatkan kehormatan meletakkannya ke tempat semula dan pertikaian ini berlangsung sampai empat atau lima malam. Bahkan semakin meruncing hingga hampir terjadi peperangan. Hingga datanglah Abu Umayyah bin Al Mughirah menawarkan penyelesain dengan satu cara, yaitu menjadikan pemutus perkara kepada siapa yang paling dahulu memasuki pintu masjid. Tawaran ini diterima semua pihak dan atas kehendak Allah, Rasulullah yang pertama memasuki pintu masjid.


Tatkala semua kabilah melihat Rasulullah yang pertama masuk pintu masjid, mereka berseru, ” Inilah Al Amin (orang yang amanah) ! Kami Rela ! Inilah Muhammad !”. Dan ketika beliau mendekati semua orang yang sudah berkumpul dan diberitahukan bahwa Rasulullah yang menjadi orang yang memutuskan perkara, Rasulullah meminta sehelai selendang dann meletakkan Hajar Aswad di tengah-tengahnya, lalu meminta kepada semua kepala kabilah memegang tiap ujung kain dan mengangkatnya sampai ke tempat semula, kemudian Rasulullah mengambilnya dan meletakkan kembali Hajar Aswad ke tempatnya semula. Masya Allah pertikaian dapat dihindarkan dan semua pihak kabilah tidak ada yang dirugikan.


Rujukan :

📖 Perjalanan hidup Rasul yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik akhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri


Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung