Semua pahala Haji TERTOLAK kecuali orang ini
az zahra lampung, sd islam az zahra, pendaftaran sd lampung, sd islam az zahra, sd islam lampung, sd islam bandarlampung
27294
post-template-default,single,single-post,postid-27294,single-format-standard,theme-stockholm,qode-social-login-1.1.3,qode-restaurant-1.1.1,stockholm-core-1.2.1,woocommerce-no-js,select-theme-ver-5.2.1,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,jet-desktop-menu-active,wpb-js-composer js-comp-ver-6.1,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-22534,elementor-page elementor-page-27294
Title Image

Semua pahala Haji TERTOLAK kecuali orang ini

Pada suatu masa ketika  Abdullah bin Mubarak naik haji, dan tertidur di Masjidil Haram. Dia tengah bermimpi melihat dua Malaikat turun dari langit. 


“Berapa banyak orang-orang yang berhaji pada tahun ini ?” tanya Malaikat pertama kepada Malaikat kedua.

Jawab Malaikat kedua, “Enam ratus ribu.”


Lalu Malaikat pertama kembali bertanya, “Berapa banyak yang diterima ?”


Jawab malaikat kedua, “Tidak seorangpun yang diterima, kecuali hanya ada satu orang tukang sepatu dari Damsyik bernama Muwaffaq. Dia tidak dapat berhaji tetapi diterima hajinya, sehingga semua yang melaksanakan haji pada tahun ini diterima dengan dengan berkat hajinya Muwaffaq.”


Ketika Abdullah bin Mubarak mendengar percakapan kedua Malaikat tersebut, maka terbangunlah ia dari tidurnya dan langsung berangkat ke Damsyik untuk mencari orang yang bernama Muwaffaq tersebut. 


Sesampainya Abdullah di rumah Muwaffaq dan langsung mengetuk pintu rumahnya, keluarlah seorang lelaki. Abdullah bin Mubarak segera bertanya kepada lelaki tersebut. “Siapakah namamu wahai fulan ?”, “Muwaffaq” jawab lelaki itu.

Lalu Abdullah bin Mubarak bertanya pada Muwaffaq, “Kebaikan apakah yang engkau telah lakukan sehingga mencapai derajat yang sedemikian itu ?”


Jawab Muwaffaq, “Tadinya aku ingin berhaji tetapi tidak bisa dikarenakan keadaanku, tiba-tiba mendadak aku mendapatkan tiga ratus dirham dari pekerjaanku membuat dan menambal sepatu, sehingga aku berniat haji pada tahun ini ketika istriku tengah hamil. Pada suatu ketika istriku mencium bau makan dari rumah tetanggaku dan istriku menginginkan makanan tersebut. Akupun pergi kerumah tetanggaku yang merupakan seorang wanita, yang hidup dengan anak-anak yatimnya, kemudian aku langsung menyampaikan tujuanku bertamu kerumahnya terkait dengan bau masakan wanita itu yang diinginkan oleh istriku.” 


Jawab tetanggaku, “Aku terpaksa membuka rahasiaku, sebenarnya anak-anak yatimku sudah tiga hari tanpa makanan, karena itu keluar mencari makanan untuk mereka. Tiba-tiba bertemulah aku dengan bangkai himar (keledai) disuatu tempat, lalu aku potong sebagiannya aku bawa pulang untuk dimasak, maka makanan ini halal bagi kami dan haram untuk di makan oleh kamu.”


Ketika aku mendengar jawaban itu, aku segera kembali ke rumah dan mengambil uang tiga ratus dirham (uang yang akan digunakan untuk Haji) dan kuserahkan kepada tetanggaku tadi seraya menyuruhnya membelanjakan uang itu untuk keperluan anak-anak yatim yang ada dalam rumah tetanggaku tersebut.


Sebenarnya hajiku adalah di depan pintu rumahku.” Kata Muwaffaq lagi.


Demikianlah cerita yang sangat berkesan bahwa membantu tetangga yang tengah kelaparan amat besar pahalanya terlebih di dalamnya terdapat anak-anak yatim.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya, “Ya Rasulullah, tunjukan padaku amal perbuatan yang bila kuamalkan akan masuk syurga.”


Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Jadilah kamu orang yang baik.”


Orang itu bertanya lagi, “Ya Rasulullah, bagaimanakah akan aku ketahui bahwa aku telah berbuat baik?”

Jawab Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Tanyakan pada tetanggamu, maka bila mereka berkata engkau baik maka engkau benar-benar baik dan bila mereka berkata engkau jahat, maka engkau sebenarnya jahat.”

 
Rujukan :
📖 ALLAH TIDAK TIDUR, 115 Kisah Teladan penuh Hikmah 

Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung