Isra’ bermakna perjalanan malam adalah peristiwa ketika Nabi Muhammad berangkat dari Ka’bah di Makkah ke Baitul Maqdis di Yerusalam. Jarak Makkah ke Yerusalem sekitar 1.239 kilometer yang pada sekitar 621 Masehi normalnya ditempuh dengan perjalanan kuda atau unta sekitar sebulan. Namun, Nabi Muhammad mencapainya hanya dalam semalam.
Sementara itu, Mi’raj, kenaikan, adalah peristiwa saat Nabi Muhammad diangkat dari Baitul Maqdis di Yerusalem ke Sidratul Muntaha, melewati 7 langit.
Selain sebagai sarana untuk menghibur Rasululullah, Peristiwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa Rasulullah menerima perintah shalat dari Allah. Awalnya, jumlahnya 50 kali sehari. Namun, setiap kali Rasulullah turun, Nabi Musa mengingatkan beliau bahwa jumlah tersebut terlalu besar dan umat Rasulullah tidak akan sanggup menjalaninya. Nabi diminta meminta keringanan, hingga tersisa 5 rakaat sehari semalam, dan beliau malu untuk memohon lebih sedikit lagi.
Beberapa hikmah dan kejadian yang dialami Rasulullah ketika Isra Mi’raj :
1. Nabi kemudian melintasi sekelompok yang bercocok tanam, lantas langsung memanen hasilnya. Ini adalah gambaran umat yang berjihad fi sabilillah.
2. Nabi kemudian mencium aroma harum Masyitoh, yang memegang teguh keyakinannya kepada Allah, meski ia dan anak-anaknya dihukum dengan dimasukkan ke dalam penggorengan oleh Firaun.
3. Nabi bertemu pula dengan sekelompok orang yang yang memukul kepada dengan palu hingga pecah, lantas kepala itu utuh kembali dan dipukuli lagi. Ini gambaran orang yang malas atau meninggalkan salat wajib.
4. Nabi melintasi sekelompok orang yang hanya mengenakan pakaian untuk menutupi kemaluan dan memakan tumbuhan berduri. Mereka adalah gambaran umat yang enggan berzakat meski sudah waktunya.
5. Nabi juga bertemu orang yang memakan daging busuk, sebagai perumpamaan umat yang berzina.
6. Nabi juga bertemu sekelompok orang yang berenang di sungai darah dan dilempari batu-batu. Mereka adalah gambaran orang yang memakan harta riba.
7. Nabi melintasi orang yang saling mengguntingi lidah dan bibir dengan gunting besi, gambaran ahli fitnah.
8. Nabi bertemu kaum yang mencakar wajah dengan kuku tembaga, gambaran orang yang gemar mengumpat dan menyebarkan aib.
Dalam proses mi’raj, Rasulullah bertemu dengan para nabi pilihan di setiap langit sebagai berikut:
Nabi Adam di langit pertama
Nabi Isa dan Yahya di langit kedua
Nabi Yusuf di langit ketiga
Nabi Idris di langit keempat
Nabi Harun di langit kelima
Nabi Musa di langit keenam, dan
Nabi Ibrahim di langit ketujuh
Setelah kejadian Isra’ Miraj tersebut Rasulullah menceritakan apa yang dia alami kepada kaumnya tetapi bukannya disambut baik malah banyak yang menyanggah, tidak percaya dan mendustakan apa yang dialami Rasulullah. Pada momen ini Abu Bakar datang untuk membenarkan apa yang dialami dan dikatakan oleh Rasulullah (hingga beliau mendapatkan gelar Ash Siddiq yang berarti membenarkan).
Isra dan Mi’raj adalah bukti kekuasaan Allah yang mampu melampaui segalanya tanpa terbatas ruang dan waktu. Saat Allah berkehendak Kun Fayakun ( Apa yang terjadi maka terjadilah) semua yang terlihat mustahil dalam logika menjadi bisa atas kehendak Allah dan sebaliknya, semua yang terlihat mudah dan bisa terjadi tapi jika Allah tidak berkehendak maka tidak akan terjadi.
Referensi :
π Muhammad Sang Yatim ” Janji dan Kemenangan yang dinanti” karya Prof.DR. Muhammad Sameh Said
π Perjalanan hidup Rasulullah yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik terakhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri
π https://tirto.id/kisah-isra-miraj-nabi-muhammad-sejarah-latar-belakang-peristiwa-ga2J



