Melalui keenam orang inilah Islam berkembang pesat dan menjadi perbincangan di wilayah Madinah. Pada tahun berikutnya yaitu tahun 12 kenabian datanglah 12 perwakilan dari Madinah menjumpai Rasulullah di bukit Aqabah untuk menyatakan dukungan dan melakukan perjanjian dan perjanjian tersebut dikenal dengan Bai’at Aqabah.
Isi dari perjanjian atau Bai’at Aqabah tersebut adalah :
1. Tidak menyekutukan Allah
2. Tidak mencuri
3. Tidak berzina
4. Tidak membunuh anak-anak
5. Tidak berbuat dusta baik secara terbuka dan sembunyi-sembunyi
6. Tidak mendurhakai Rasulullah
Setelah Bai’at tersebut, Rasulullah mengutus duta pertama Islam ke Madinah untuk mengajarkan dan memberikan pemahaman terkait syariat Islam. Rasulullah memilih Mush’ab bin Umair Al Abdari, dia dikenal sebagai Muqri’ yaitu orang ahli mengaji dan mempunyai suara yang merdu.
Referensi :
Muhammad Sang Yatim ” Janji dan Kemenangan yang dinanti” karya Prof.DR. Muhammad Sameh Said
Perjalanan hidup Rasulullah yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik terakhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri
https://republika.co.id/berita/llf0pb/sejarah-hidup-muhammad-saw-baiat-aqabah



