Berdakwah secara terang-terangan dan halangan dari Abu Lahab (bagian 2)
az zahra lampung, sd islam az zahra, pendaftaran sd lampung, sd islam az zahra, sd islam lampung, sd islam bandarlampung
27249
post-template-default,single,single-post,postid-27249,single-format-standard,theme-stockholm,qode-social-login-1.1.3,qode-restaurant-1.1.1,stockholm-core-1.2.1,woocommerce-no-js,select-theme-ver-5.2.1,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,jet-desktop-menu-active,wpb-js-composer js-comp-ver-6.1,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-22534,elementor-page elementor-page-27249
Title Image

Berdakwah secara terang-terangan dan halangan dari Abu Lahab (bagian 2)

Dari Ibnu Abbas mengisahkan bahwa ketika Rasulullah menerima wahyu untuk dakwah secara terang-terangan yaitu Q.S Asy Syu’ara : 214, Nabi naik ke bukit Shafa, lalu menyeru kaum Quraisy “Wahai Shahabah .. Wahai Shahabah ! Seruan ini ditujukan kepada marga-marga Quraisy.  Tak berselang berapa lama,  mereka pun berkumpul, dan sebagian mengirimkan utusannya karena berhalangan hadir melihat pentingnya seruan ini untuk melihat dan mendengarkan apa yang terjadi. Dalam perkumpulan tersebut Abu Lahab juga hadir.


Rasulullah ﷺ kemudian berbicara, ” Bagaimana menurut pendapat kalian aku beritahukan bahwa ada segerombolan pasukan kuda di lembah sana yang ingin menyerang kalian, apakah kalian akan mempercayaiku?”

Mereka menjawab, ” Ya! Kami percaya, bagi kami engkau orang yang tidak punya cela dan tidak pernah sedikit pun berdusta.”

Rasulullah ﷺ kemudian berseru,” Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian akan azab yang amat pedih. Sungguh, aku diperintahkan Allah untuk memberi peringatan kepada keluarga dekatku. Aku tidak mampu memberi manfaat duniawi sedikit pun, tidak mampu memberi bagian apa-apa dia akhirat nanti, kecuali jika kalian mengatakan La Ilaha Illallah ( Tidak ada tuhan selain Allah). Wahai Kaum Quraisy  selamatkanlah dirimu dari api neraka. Sungguh, aku tidak mampu menyelamatkanmu dari azab Allah. Aku dan kalian tak ubahnya seperti seorang yang melihat musuh dan segera berlari kepada keluarganya dan berkata, ” Ya Shahabah, Shahabah musuh datang, musuh telah datang.”  


Abu Lahab menanggapi dan memotong pembiacaraan Rasulullah, “Celakalah engkau sepanjang hari ini ! Apakah hanya untuk ini engkau kumpulkan kami?! Abu Lahab kemudian menghasut orang-orang untuk berpaling dari beliau dan mendustaknnya.

Maka ketika itu turunlah surah Al Lahab yang menyebutkan bahwa bukan Rasulullah yang celaka melainkan Abu Lahab sendiri yang celaka dan  kelak akan dimasukkan ke api yang bergejolak (neraka).

                                                                                                             تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!” ( Al Lahab : 1 )

📖 Perjalanan hidup Rasul yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik akhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri

📖 Muhammad Sang Yatim karya Prof. DR. Muhammad Sameh Said



 

Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung