Tahun Kesedihan : Abu Thalib Meninggal Dunia | Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung
29039
wp-singular,post-template-default,single,single-post,postid-29039,single-format-standard,wp-theme-stockholm,stockholm-core-2.3.2,eio-default,ehf-template-stockholm,ehf-stylesheet-stockholm,ally-default,qodef-qi--no-touch,qi-addons-for-elementor-1.9.3,select-theme-ver-9.3,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,header_top_hide_on_mobile,,qode_menu_,elementor-default,elementor-template-full-width,elementor-kit-31874,elementor-page-33071

Tahun Kesedihan : Abu Thalib Meninggal Dunia

Picture of Az Zahra Lampung

Az Zahra Lampung

Sungguh, masa-masa pemboikotan merupakan yang berat dan sulit yang membuat Abu Thalib dilanda sakit yang cukup serius. Usia Abu Thalib pada waktu itu sudah menginjak usia 80 tahun lebih.

 

Rasulullah menjeguk pamannya yang saat itu dalam keadaan sekarat dan disekeliling Abu Thalib juga ada Abu Jahal dan kerabat dekat dari Abu Thalib. Rasulullah ﷺ mendekati Abu Thalib dan berkata,” Wahai Pamanku! ucapkanlah La ilaha illallah dan tinggalkan seluruh yang kamu sembah selain Allah.”

 

Namun Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah memotong pembicaraan Rasulullah dan berkata, “Wahai Abu Thalib! Sudah bencikah engkau terhadap agama Abdul Muthalib?”
The 8 best massage rollers (2021 clen cycle when bodybuilding meets street workout, 5-7 dating.
Keduanya terus mendesak Abu Thalib, hingga kalimat yang terakhir diucapkankan  oleh Abu Thalib adalah,” Aku masih tetap dalam agama Abdul Muthalib.”

 

Rasulullah sangat sedih melihat paman yang selalu melindungi dan berkorban untuk beliau tetapi tidak mau beriman kepada Allah.

 

Rasulullah pun berkata,” Sungguh aku akan meminta ampunan untukmu selama aku tidak dilarang melakukannya, tetapi kemudian Allah menegur beliau dalam Surah At Taubah ayat 113 dan Al Qashash ayat 56 yang menyebutkan tidak seharusnya nabi atau orang beriman meminta ampunan kepada orang yang tidak percaya kepada Allah dan tidak akan bisa memberikan petunjuk atau hidayah kecuali atas kehendak Allah.

 

Dalam hadits Shahih Bukhari disebutkan Abbas bin Abdul Muthalib bertanya kepada Rasulullah,” Apa balasan yang engkau berikan kepada pamanmu atas jasanya kepadamu, sesungguhnya dahulu ia yang melindungimu dan berkorban untukmu?”

 

Rasulullah bersabda,” Dia (Abu Thalib) berada di neraka yang paling ringan, andaikan bukan karenaku niscaya dia sudah berada di neraka yang paling bawah.”

 

Referensi :

📖 Muhammad Sang Yatim ” Janji dan Kemenangan yang dinanti” karya Prof.DR. Muhammad Sameh Said

📖 Perjalanan hidup Rasulullah yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik terakhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri