Perjanjian Pemboikotan Dimakan Rayap | Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung
29027
wp-singular,post-template-default,single,single-post,postid-29027,single-format-standard,wp-theme-stockholm,stockholm-core-2.3.2,eio-default,ehf-template-stockholm,ehf-stylesheet-stockholm,ally-default,qodef-qi--no-touch,qi-addons-for-elementor-1.9.3,select-theme-ver-9.3,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,header_top_hide_on_mobile,,qode_menu_,elementor-default,elementor-template-full-width,elementor-kit-31874,elementor-page elementor-page-29027,elementor-page-33071

Perjanjian pemboikotan dimakan Rayap

Picture of Az Zahra Lampung

Az Zahra Lampung

Tiga tahun penuh telah berlalu, namun pemboikotan terhadap Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib masih tetap berlangsung. Berita pemboikotan tersebar ke penjuru kabilah Arab yang membuat sebagian mereka takjub melihat  keteguhan hati orang yang melindungi Rasulullah dan tak habis pikir bagaimana Quraisy kehilangan akal sehat, kebijaksanaan, dan pikiran jernih Quraisy karena memboikot sebagian dari mereka.


Sekelompok dari kabilah Arab dan sebagian Quraisy tergerak hati nuraninya untuk membantu dan mengirimkan bahan makanan. Kaum Quraisy terpecah, Abu Al Bakhtary bin Hisyam mengancam Abu Jahal untuk menghentikan pemboikotan yang zalim.


Pertolongan akhirnya datang melalui perantara rayap-rayap yang memakan habis lembaran perjanjian kecuali tulisan Bismika Allahumma (dengan namaMu ya Allah). Rasulullah menceritakan hal tersebut ke pamannya Abu Thalib.


Abu Thalib  datang kepada kaum Quraisy dan memberitahukan kepada mereka tentang apa yang diberitahukan oleh Rasulullah. Abu Thalib berkata,” Sungguh keponakanku telah memberitahuku bahwa Allah telah mengirimkan rayap-rayap  untuk memakan lembaran perjanjian kalian, dia memakan semuanya kesepakatan yang berisi kezaliman dan  memutus tali persaudaraan, tiada  yang tersisa kecuali nama Allah. Jika apa yang ia katakan benar , maka kalian harus membatalkan isi perjajian tersebut dan jika ia berdusta, aku akan menyerahkan dia kepada kalian untuk kalian bunuh atau biarkan hidup.”


Mereka pun pergi melihat isi lembaran tersebut dan ternyata benar sebagaimana yang diceritakan oleh Rasulullah bahwa perjanjian tersebut dimakan rayap dan yang tersisa hanya tulisan Bismika Allahumma (dengan namaMu ya Allah). Akhirnya mereka membatalkan isi perjanjian pemboikotan tersebut dan Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib bisa kembali hidup normal tanpa pemboikotan. Alhamdulillah ~


Referensi :


๐Ÿ“– Muhammad Sang Yatim ” Janji dan Kemenangan yang dinanti” karya Prof.DR. Muhammad Sameh Said

๐Ÿ“– Perjalanan hidup Rasulullah yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik terakhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri