Pemboikotan Menyeluruh Kepada Bani Hasyim Dan Bani Abdul Muthalib | Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung
29017
wp-singular,post-template-default,single,single-post,postid-29017,single-format-standard,wp-theme-stockholm,stockholm-core-2.3.2,eio-default,ehf-template-stockholm,ehf-stylesheet-stockholm,ally-default,qodef-qi--no-touch,qi-addons-for-elementor-1.9.3,select-theme-ver-9.3,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,header_top_hide_on_mobile,,qode_menu_,elementor-default,elementor-template-full-width,elementor-kit-31874,elementor-page elementor-page-29017,elementor-page-33071

Pemboikotan menyeluruh kepada Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib

Picture of Az Zahra Lampung

Az Zahra Lampung

Setelah segala cara dan sarana sudah ditempuh oleh kafir Quraisy untuk membendung dakwah Rasulullah. Segala siksaan dan kekerasan tidak membawa apa-apa, cercaan dan hinaan juga tidak membawa hasil, malah sebaliknya membuat dakwah Islam semakin luas dan semakin kuat ditambah lagi Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib bersikeras menjaga Rasulullah dan membelanya mati-matian apapun resikonya.


Orang-orang kafir Quraisy akhirnya melakukan pertemuan dan membuat perjanjian untuk memboikot segala menyeluruh terhadap Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib agar mereka menyerahkan Rasulullah. Isi dari pemboikotan tersebut berisi pemboikotan jual-beli, tidak bergaul, tidak berbaur, memasuki rumah maupun berbicara hingga mereka menyerahkan Rasulullah ﷺ untuk dibunuh.


Perjanjian tersebut ditulis dalam sebuah lembaran lalu digantungkan di dalam Ka’bah. Perboikotan tersebut tidak membuat Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib gentar dan menyerahkan Rasulullah kepada kafir Quraisy.


Pemboikotan yang dilakukan oleh kafir Quraisy semakin hari semakin ditingkatkan sehingga bahan makanan dan persediaan pangan hampir habis, sementara itu kafir Quraisy tidak membiarkan makanan apapun masuk atau dijual kepada Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib. Hal ini membuat Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib semakin tertekan dan memprihatinkan sehingga mereka terpaksa memakan dedaunan. Selain itu, jeritan wanita dan tangisan bayi menangis kelaparan pun selalu terdengar dikerumunan Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib.


Tidak ada barang yang sampai ke tangan Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib kecuali secara sembunyi-sembunyi atau. Kejadian seperti ini terus terjadi hingga sampai 3 tahun.


Referensi :

📖 Muhammad Sang Yatim ” Janji dan Kemenangan yang dinanti” karya Prof.DR. Muhammad Sameh Said

📖 Perjalanan hidup Rasulullah yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik terakhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri