Rasulullah ﷺ kemudian berbicara, ” Bagaimana menurut pendapat kalian aku beritahukan bahwa ada segerombolan pasukan kuda di lembah sana yang ingin menyerang kalian, apakah kalian akan mempercayaiku?”
Mereka menjawab, ” Ya! Kami percaya, bagi kami engkau orang yang tidak punya cela dan tidak pernah sedikit pun berdusta.”
Rasulullah ﷺ kemudian berseru,” Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian akan azab yang amat pedih. Sungguh, aku diperintahkan Allah untuk memberi peringatan kepada keluarga dekatku. Aku tidak mampu memberi manfaat duniawi sedikit pun, tidak mampu memberi bagian apa-apa dia akhirat nanti, kecuali jika kalian mengatakan La Ilaha Illallah ( Tidak ada tuhan selain Allah). Wahai Kaum Quraisy selamatkanlah dirimu dari api neraka. Sungguh, aku tidak mampu menyelamatkanmu dari azab Allah. Aku dan kalian tak ubahnya seperti seorang yang melihat musuh dan segera berlari kepada keluarganya dan berkata, ” Ya Shahabah, Shahabah musuh datang, musuh telah datang.” “
Abu Lahab menanggapi dan memotong pembiacaraan Rasulullah, “Celakalah engkau sepanjang hari ini ! Apakah hanya untuk ini engkau kumpulkan kami?! Abu Lahab kemudian menghasut orang-orang untuk berpaling dari beliau dan mendustaknnya.
Maka ketika itu turunlah surah Al Lahab yang menyebutkan bahwa bukan Rasulullah yang celaka melainkan Abu Lahab sendiri yang celaka dan kelak akan dimasukkan ke api yang bergejolak (neraka).
تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!” ( Al Lahab : 1 ) Perjalanan hidup Rasul yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik akhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri
Muhammad Sang Yatim karya Prof. DR. Muhammad Sameh Said



