Ketika Rasulullah pulang ke Mekkah , Khadijah terkesimah melihat betapa amanahnya beliau terhadap harta yang diserahkan kepadanya, begitu juga keberkahan dari hasil perdagangan yang belum pernah didapatinya sebelumnya, ditambah lagi informasi yang didapat dari Maisarah betapa beliau mempunyai sifat yang mulia, ketajaman berpikir, dan jujur. Khadijah mendambakan Rasulullah dan mencurahkan hatinya kepada teman wanitanya , Nafisah binti Muniyah, akhirnya Nafisah berjumpa dengan Rasulullah dan menganjurkan Rasulullah untuk menikahi Khadijah.
Sebelum mendambakan Rasulullah, banyak para pemuka dan kepala suku yang tertarik untuk menikah dengan Sayyidah Khadijah, namun semuanya dia tolak. Ketika Rasulullah mendengar dan mengetahui Khadijah mendambakannya, Rasulullah berunding dengan paman-pamannya hingga akhirnya menyetujui ingin menikahi Khadijah. Beliau menyerahkan mahar sebanyak 20 ekor unta muda.
Sayyidah Khadijah merupakan wanita pertama yang dinikahi oleh Rasulullah dan tidak pernah memadunya dengan wanita lain hingga ia wafat. Khadijah juga merupakan wanita yang sangat beliau cintai hingga Aisyah sangat cemburu dengan kecintaan Rasul kepada Khadijah.
Suatu kali ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau menyebut-nyebut Khadijah, “Seakan-akan di dunia ini tidak ada wanita lain selain Khadijah?! kemudian Rasulullah menjawab, “Ia beriman kepadaku ketika semua orang kufur, ia membenarkan aku ketika semua orang mendustakanku, ia melapangkan aku dengan hartanya ketika semua orang mengharamkan (menghalangi) aku dan Allah memberiku rezeki berupa anak darinya.”
Rujukan :
Perjalanan hidup Rasul yang Agung Muhammad dari kelahiran hinga detik-detik akhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri
https://muslimah.or.id/202-cinta-sepanjang-masa.html



