Bertemu dengan Rahib Bahira
az zahra lampung, sd islam az zahra, pendaftaran sd lampung, sd islam az zahra, sd islam lampung, sd islam bandarlampung
26581
post-template-default,single,single-post,postid-26581,single-format-standard,qode-social-login-1.1.3,qode-restaurant-1.1.1,stockholm-core-1.2.1,select-theme-ver-5.2.1,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,jet-desktop-menu-active,wpb-js-composer js-comp-ver-6.1,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-22534,elementor-page elementor-page-26581
Title Image

Bertemu dengan Rahib Bahira

Ketika Rasulullah berusia 12 tahun pamannya, Abu Thalib, membawanya serta berdagang ke negeri Syam hingga mereka sampai di suatu wilayah bernama Bushra. Di wilayah ini dikenal ada seorang Rahib (pendeta) bernama Bahira. Ketika rombongan tiba, dia langsung menyongsong mereka padahal sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal seperti ini.


Ia kemudian berjalan di sela-sela mereka hingga sampai kepada Rasulullah lalu memegang tangannya sembari berkata,” Inilah penghulu alam semesta, inilah utusan Rabb alam semesta, dia diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi alam semesta ini.”. Abu Thalib beserta rombongan bertanya kepadanya,” Bagaimana Anda tau hal itu?”. Bahira menjawab,” Sesungguhnya aku dapat mengetahuinya melalui tanda kenabian yang terletak pada bagian bawah tulang rawan pundaknya yang berbentuk seperti apel. Sesungguhnya kami mengetahui hal tersebut dari kitab suci kami.”


Kemudian Rahib menyambut dan menjamu rombongan Abu Thalib secara istimewa. Setelah itu, meminta kepada Abu Thalib agar memulangkan keponakannya Rasulullah ke Mekkah dan tidak membawanya serta ke Syam sebab khawatir bila tertangkap oleh orang Romawi dan Yahudi. Akhirnya pamannya mengirimkan Rasulullah pulang beserta beberapa rombongan ke Mekkah. 


Rujukan:

📖 Perjalanan hidup Rasul yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik akhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri

Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung