Pabazra SMP Islam Az Zahra berhasil menjadi pasukan pengibar bendera di Sekolah Islam Az Zahra dalam peringatan HUT RI ke-78
Derap langkah tegap nan serempak dari 29 siswa SMP Islam dan SD Islam Az Zahra terlihat rapih dan teratur dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78 di Sekolah Islam Az Zahra.
Semua peserta hening dan khidmat mengikuti proses demi proses pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih itu.
Dibawah komando Pasukan Pengibar Bendera Az Zahra (Pabazra), Aldwin Al Faqih Hariyanta, pasukan pengibar bendera ini sukses menyelenggarakan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Demikian halnya dengan Adiva Lutfia Dayyana yang mendapat amanah untuk membawa baki Sang Saka Merah Putih, sangat selaras dengan ketenangannya saat membawa baki hingga sampai Sang Saka Merah Putih berkibar.
Menurut Pelatih Pabazra, Ustad Harris Widjanarko, Pasukan Pengibar Bendera Az Zahra yang memiliki semboyan “Solid Jiwa Korsa” ini hanya dilatih kurang dari tiga minggu, namun mampu tampil maksimal dalam upacara HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78.
Ustad Harris menjelaskan, untuk menjaring tim Pabazra, dilakukan seleksi yang sangat ketat termasuk melalui proses penilaian dan penyaringan hingga terpilihlah 29 anggota Pabazra yang handal ini.
“Kita memilih siswa yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, kemampuan PBB yang handal, serta memiliki sikap kedisiplinan yang tinggi. Dengan kemampuan yang telah mereka miliki itu, proses pelatihan menjadi sedikit lebih mudah,” terang Ustad Harris.

Sedangkan, khusus untuk pembawa baki bendera, Ustad Harris Widjanarko juga menjelaskan bahwa ada kriteria pemilihan tambahan selain memiliki daya tahan tubuh yang prima, kemampuan PBB, kedisiplinan, ada unsur penilaian tambahan yang meliputi ketenangan serta sikap dan adabnya.
Begitu juga dengan pemilihan Komandan Pabazra, kriteria penilaian dalam pemilihannya juga meliputi, ketegasan, kebijaksanaan, suara serta ketenangan.
“Alhamdulillah. Pabazra mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dan, ini semua kami persembahkan untuk wujud kebanggaan kami sebagai bagian dari Sekolah Islam Az Zahra dalam turut merayakan kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Ustad Harris Widjanarko. (msr)




