Konspirasi Dan Upaya Pengusiran Kaum Muslimin Dari Habsyah | Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung
28953
wp-singular,post-template-default,single,single-post,postid-28953,single-format-standard,wp-theme-stockholm,stockholm-core-2.3.2,eio-default,ehf-template-stockholm,ehf-stylesheet-stockholm,ally-default,qodef-qi--no-touch,qi-addons-for-elementor-1.9.3,select-theme-ver-9.3,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,header_top_hide_on_mobile,,qode_menu_,elementor-default,elementor-template-full-width,elementor-kit-31874,elementor-page elementor-page-28953,elementor-page-33071

Konspirasi dan upaya pengusiran kaum muslimin dari Habsyah

Picture of Az Zahra Lampung

Az Zahra Lampung

Saat kaum muslimin berbondong-bondong hijrah ke Habsyah, kaum kafir Quraisy yang ada di Mekkah geram dan tidak senang mengetahui bahwa kaum muslimin mendapatkan tempat berlindung dari penyiksaan dan bebas menjalankan ibadah dan agama mereka. Mengetahui hal tersebut kafir Quraisy mengutus dua orang pilihan yang terkenal pandai dan cerdik yaitu Amr bin As dan Abdullah binn Abu Rabiah untuk menghasut Raja untuk mengusir kaum muslimin yang ada di Habsyah.


Dua utusan kafir Quraisy membawa hadiah yang menggiurkan kepada Raja dan orang-orang dekat raja. Mereka menghasut dengan berkata, “ Sekelompok manusia-manusia bodoh dari kaum kami meninggalkan agama kami dan tidak juga masuk dalam agama kalian (Nasrani). Mereka membawa sebuah agama baru, kami tidak mengenalnya begitu juga kalian. Para pembesar kaum mereka, baik itu orang tua, paman-paman  serta keluarga besar suku mereka telah mengutus kami  kepada sang raja untuk mengembalikan para pendatang ini kembali Mekkah.”


Mendengar perkataan dari utusan kafir Quraisy ini membuat Raja Najasyi marah dan berkata,” Tidak, aku tidak akan menyerahkan kaum yang telah meminta perlindungan kepadaku, tinggal di negeriku dan memilihku daripada yang lainnya. Aku akan memanggil mereka dan menanyai tentang apa yang dikatan dua utusan ini. Jika tenyata dua orang ini benar, maka akan kuserahkan mereka. Namun jika ternyata tidak demikian, maka akan aku lindungi orang-orang ini dan kuperlakukan dengan sebaik-baiknya.”


Najasyi pun mengumpulkan seluruh kaum muslimin dan berkata kepada mereka,” Apa yang membuat kalian meninggalkan agama kaummu dan tidak pula ikut dalam agamaku, atau agama apa pun yang ada di dunia ini?”

Jafar bin Abu Muthalib menjawab,” Wahai Raja, dulu kami adalah orang yang jahiliyah. Kami menyembah berhala, kami memakan bangkai, melakukan perbuatan keji, memutus silaturahim, dan berlaku buruk kepada tentangga. Kemudian datangl;ah Rasul yang kami tau nasabnya, kejujurannya, amanahnya dan kesuciannya. Dia mengajak kami untuk mengesahkan Allah, tidak menyekutukanNya dengan apapun dan meninggalkan apa yang kami sembah selama ini. Kemudian kami beriman kepadanya akan tetapi kaum kami menyakiti dan menyiksa kami, lalu memaksa kami untuk meninggalkan agama kami dan Kembali menyembah berhala-berhala. Disebabkan mereka berlaku keras kepada kami, menzalimi kami, dan menghalangi kami untuk menjalankan agama kami, maka kami datang ke negerimu, kami memilihmu dari yang lainnya, dan kami berharap kami tidak dianiaya sedikit pun di negerimu, wahai Raja.”


Najasyi berkata,” Apakah kalian punya sesuatu yang diwahyukan Allah kepadanya?” Jafar menjawab “ Ya benar.” Jafar lalu membacakan kepada mereka beberapa ayat dari Surah Maryam.


Najasyi lalu berkata,” Sungguh agama ini dan apa yang dibawa oleh Isa keluar dari satu sumber yang sama, pergilah kalian berdua ( utusan kaum kafir Quraisy) demi Allah aku tidak akan menyerahkan menyerahkan mereka kepada kalian.”


Salah satu utusan kafir Quraisy, Amr bin Ash, berkata dan kembali menghasut Raja,” Sungguh, mereka berkata tentang Isa dengan perkataan yang tidak lumrah.” Raja Najasyi kembali bertanya kepada kaum muslimin tentang perkataan mereka pada nabi Isa. 


Jafar menjawab,” Kami berkata seperti apa yang diajarkan oleh nabi kami, bahwa dia adalah hamba Allah dan RasulNya, ruh dan Kalimatullah yang disampaikan kepada Maryam, sang perawan suci.”


Mendengar penjelasan dari kaum muslimin Raja Najasyi lalu mengenggam sebuah batang dan berkata, “ Perbedaan antara Isa (yang kami ketahui) dan apa yang kamu katakan tidak melebihi batang ini.” 


Menunjukkan bahwa Islam tidak melenceng dan tidak seperti yang dikatakan oleh dua utusan kafir Quraisy. 


Akhirnya Raja Najasyi menyuruh kedua utusan tersebut pulang dan mengembalikan hadiah yang diberikan oleh kedua utusan kafir Quraisy tersebut.


Referensi :

📖 Muhammad Sang Yatim ” Janji dan Kemenangan yang dinanti” karya Prof.DR. Muhammad Sameh Said
📖 Perjalanan hidup Rasulullah yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik terakhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri