Abdul Muthalib menyambut kelahiran Rasulullah dengan sukacita dan memboyong cucunya masuk ke Ka’bah kemudian memberinya nama Muhammad yang artinya “Yang Terpuji”. Nama Muhammad pada masa itu tidak populer dan sangat jarang digunakan untuk penamaan nama anak bangsa arab. Dalam ar-Rad al-Unuf wa Ma’ahu as-Sirah Nabawiyyah li ibni Hisyam karya Imam Abu Qasim al-Suhaili menjelaskan alasan Abdul Muthalib memberikan nama tersebut karena ingin cucunya dipuji oleh seluruh penduduk bumi.
Melalui riwayat At Thabari, Al Baihaqi disebutkan terdapat tanda-tanda dan peristiwa ketika Rasulullah dilahirkan yaitu :
1. Jatuhnya 14 beranda istana kekaisaran Persia
2. Padamnya Api yang disembah oleh kaum Majusi
3. Robohnya gereja-gereja disekitar danau Sawa (Irak) setelah airnya menyusut.
Rujukan:
Perjalanan hidup Rasul yang Agung Muhammad dari kelahiran hinga detik-detik akhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri
ar-Rad al-Unuf wa Ma’ahu as-Sirah Nabawiyyah li ibni Hisyam



