Implementasikan P5 Kurikulum Merdeka, Siswa PGTK Islam Az Zahra Belajar Membatik | Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung
33634
wp-singular,post-template-default,single,single-post,postid-33634,single-format-standard,wp-theme-stockholm,stockholm-core-2.3.2,eio-default,ehf-template-stockholm,ehf-stylesheet-stockholm,ally-default,qodef-qi--no-touch,qi-addons-for-elementor-1.9.3,select-theme-ver-9.3,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,header_top_hide_on_mobile,,qode_menu_,elementor-default,elementor-template-full-width,elementor-kit-31874,elementor-page-33071

Implementasikan P5 Kurikulum Merdeka, Siswa PGTK Islam Az Zahra Belajar Membatik

Picture of Az Zahra Lampung

Az Zahra Lampung

kurikulum merdeka
Untuk mengenalkan kebudayaan asli Indonesia dan mengimplementasikan Proyek Pengembangan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka, PGTK Islam Az Zahra ajak siswanya belajar membatik.

Kepala PGTK Islam Az Zahra, Rini Dwi Hapsari menjelaskan kegiatan membatik ini juga diharapkan bisa menstimulasi berbagai perkembangan anak seperti motorik halus, problem solving, kemampuan berpikir kritis para siswa di PGTK Islam Az Zahra.

“Kita pilih aktivitas membatik karena belum lama ini kita juga memperingati Hari Batik Nasional, sekaligus mengenalkan kepada anak-anak tentang ragam khasanah kebudayaan nusantara yang ada di Indonesia,” kata Kepala PGTK Islam Az Zahra, Rini Dwi Hapsari.

kurikulum merdeka

Proyek Pengembangan Profil Pelajar Pancasila merupakan bagian dari struktur Kurikulum Merdeka Belajar yang memberikan pengalaman langsung sesuai dengan karakteristik lingkungan sekitar agar anak memiliki kompetensi global dan berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan pendekatan proyek yang disarankan dalam pengembangan P5 dapat diawali dengan melakukan observasi tentang topik-topik yang dipilih anak sesuai dengan minat dan kebutuhannya masing-masing.

Empat tema besar dalam penerapan P5 yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek, yaitu: Aku sayang bumi, Aku cinta Indonesia, Bermain dan bekerjasama/kita semua saudara, Imajinasiku/imajinasi dan kreativitasku.

Dari keempat tema ini, memiliki struktur sub tema dan topik yang bisa disesuaikan dengan karakterisik lingkungan yang dekat dengan anak.

Proyek pengembangan profil pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka juga dikemas dalam suatu aktivitas bermain bermakna.

Artinya aktivitas bermain yang memberikan dampak pengembangan karakter dan berbagai kompetensi anak. Ketika bermain, anak berkesempatan belajar melalui pengalaman langsung.

Mereka mengalami sendiri bagaimana memecahkan masalah, mencoba hal baru, bertoleransi, bekerjasama, saling berbagi, membuat kesepakatan.