Sekelompok dari kabilah Arab dan sebagian Quraisy tergerak hati nuraninya untuk membantu dan mengirimkan bahan makanan. Kaum Quraisy terpecah, Abu Al Bakhtary bin Hisyam mengancam Abu Jahal untuk menghentikan pemboikotan yang zalim.
Pertolongan akhirnya datang melalui perantara rayap-rayap yang memakan habis lembaran perjanjian kecuali tulisan Bismika Allahumma (dengan namaMu ya Allah). Rasulullah menceritakan hal tersebut ke pamannya Abu Thalib.
Abu Thalib datang kepada kaum Quraisy dan memberitahukan kepada mereka tentang apa yang diberitahukan oleh Rasulullah. Abu Thalib berkata,” Sungguh keponakanku telah memberitahuku bahwa Allah telah mengirimkan rayap-rayap untuk memakan lembaran perjanjian kalian, dia memakan semuanya kesepakatan yang berisi kezaliman dan memutus tali persaudaraan, tiada yang tersisa kecuali nama Allah. Jika apa yang ia katakan benar , maka kalian harus membatalkan isi perjajian tersebut dan jika ia berdusta, aku akan menyerahkan dia kepada kalian untuk kalian bunuh atau biarkan hidup.”
Mereka pun pergi melihat isi lembaran tersebut dan ternyata benar sebagaimana yang diceritakan oleh Rasulullah bahwa perjanjian tersebut dimakan rayap dan yang tersisa hanya tulisan Bismika Allahumma (dengan namaMu ya Allah). Akhirnya mereka membatalkan isi perjanjian pemboikotan tersebut dan Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib bisa kembali hidup normal tanpa pemboikotan. Alhamdulillah ~
Referensi :
Muhammad Sang Yatim ” Janji dan Kemenangan yang dinanti” karya Prof.DR. Muhammad Sameh Said
Perjalanan hidup Rasulullah yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik terakhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri



