Dalam upaya ini, siswa diajarkan untuk memahami perbedaan antara kedua jenis sampah tersebut. Sampah organik, seperti sisa makanan dan limbah dapur, dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik, seperti botol plastik dan kertas, dapat didaur ulang.
Sebagai bagian dari program, sekolah melakukan penimbangan dan pendataan sampah setiap minggu. Kegiatan ini tidak hanya membantu dalam mengukur volume sampah yang dihasilkan, tetapi juga memberikan informasi penting mengenai jenis sampah yang paling banyak dihasilkan di lingkungan sekolah.
“Program ini merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran lingkungan di kalangan siswa. Kami berharap dengan memilah sampah dan membuangnya pada tempatnya, mereka dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Kepala Sekolah SD Islam Az Zahra.
Sekolah juga mengajak seluruh siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kampanye peduli lingkungan ini. Melalui kegiatan bersih-bersih dan edukasi mengenai pengelolaan sampah, diharapkan siswa dapat mengembangkan kebiasaan baik yang akan berdampak positif bagi lingkungan.
Mari bersama-sama kita peduli dengan lingkungan dengan memilah sampah dan membuangnya pada tempatnya!



