Masa vakum turunnya wahyu setelah wahyu pertama turun
az zahra lampung, sd islam az zahra, pendaftaran sd lampung, sd islam az zahra, sd islam lampung, sd islam bandarlampung
27154
post-template-default,single,single-post,postid-27154,single-format-standard,qode-social-login-1.1.3,qode-restaurant-1.1.1,stockholm-core-1.2.1,select-theme-ver-5.2.1,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,jet-desktop-menu-active,wpb-js-composer js-comp-ver-6.1,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-22534,elementor-page elementor-page-27154
Title Image

Masa vakum turunnya wahyu setelah wahyu pertama turun

     

Setelah wahyu pertama turun, Malaikat Jibril tidak turun lagi menemui Nabi Muhammad untuk beberapa saat  hingga membuat nabi Muhammad sedih dan gelisah. Rasulullah kembali pergi ke bukit dan menyendiri lagi di Gua Hira. Ingin rasanya beliau membumbung tinggi dengan sepenuh jiwa, menghadap Allah, dan bertanya mengapa dirinya seolah ditinggalkan.


Setelah beberapa waktu akhirnya wahyu turun yang membuat rasa cemas dan gelisah hilang. Wahyu yang turun mengandung dua jenis taklif (tugas syariat).


Jenis pertama adalah menugaskan beliau agar menyampaikan (al-balagh) dan memberi peringatan (at-tahdzir). Hal ini sebagaimana Firman Allah, ” Bangunlah! lalu berilah peringatan.”( Al-Muddatstsir : 2). Makna ayat ini, Peringatkanlah manusia beribadah kepada Allah dan peringatan kepada azab Allah.

Jenis kedua adalah menugaskan beliau agar menerapkan semua perintah Allah agar mendapatkan keridhaan Allah dan menjadi suri teladan yang baik bagi orang beriman. Hal ini sebagaimana Firman Allah,” Dan Rabbmu agungkanlah! ( Al- Muddatstsir : 3). Maknanya adalah khususkanlah pengagungan hanya kepada Allah dan tidak menyekutukanNya.

” Dan pakaianmu bersihkanlah!” (Al
– Muddatstsir : 4). Makna lahiriahnya adalah membersihkan pakaian dan jasad, sebab tidaklah layak bagi orang mengagungkan Allah dan  menghadap kepadaNya dalam kondisi bernajis dan kotor.


” Dan perbuatan dosa tinggalkanlah !” (Al– Muddatstsir : 5) . Maknanya adalah jauhilah faktor-faktor yang dapat menyebabkan turunnya kemurkaan Allah dan AzabNya, yaitu dengan senantiasa taat kepadaNya dan tidak berbuat maksiat terhadapNya.


” Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.” (
Al– Muddatstsir : 6). Yakni janganlah kamu berbuat baik karena menginginkan upah atau balasan darinya.


” Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu bersabarlah!” (Al– Muddatstsir : 7). Yakni bermakna bersabar karena akan ada penolakan dan perlakuan tidak baik ketika mengajak kepada kebaikan dan memperingatkan kepada adzab Allah.


Rujukan :


📖 Perjalanan hidup Rasul yang Agung Muhammad dari kelahiran hingga detik-detik akhir karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri


📖 365 Kisah Rasulullah

Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung