Hari Kedua KSM Nasional 2023, Dua Siswa SD Islam Az Zahra Wakil Provinsi Lampung Ikuti Computer Based Test (CBT) | Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung
33471
wp-singular,post-template-default,single,single-post,postid-33471,single-format-standard,wp-theme-stockholm,stockholm-core-2.3.2,eio-default,ehf-template-stockholm,ehf-stylesheet-stockholm,ally-default,qodef-qi--no-touch,qi-addons-for-elementor-1.9.3,select-theme-ver-9.3,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,header_top_hide_on_mobile,,qode_menu_,elementor-default,elementor-template-full-width,elementor-kit-31874,elementor-page-33071

Hari Kedua KSM Nasional 2023, Dua Siswa SD Islam Az Zahra Wakil Provinsi Lampung ikuti Computer Based Test (CBT)

Picture of Az Zahra Lampung

Az Zahra Lampung

ksm
Memasuki hari kedua pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat nasional tahun 2023, dua siswa SD Islam Az Zahra yang menjadi wakil dari Provinsi Lampung ikuti Computer Based Test (CBT) yang berlangsung di Perpustakaan Modern Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (5/9/2023).

Eppendi, Guru Pembimbing SD Islam Az Zahra yang mendampingi dua siswa SD Islam Az Zahra; Muhammad Radhitya Naufal dan Faith Atha Zaidan menjelaskan pelaksanaan tes CBT hari kedua ini akan berlangsung selama 3 jam untuk bidang matematika dimulai dari pukul 08.00 – pukul 10.00.

Sedangkan untuk bidang IPA tes CBT berlangsung selama 4 jam yang dimulai dari pukul 08.00 – pukul 11.00.

“Mohon doanya agar kedua siswa kami bisa melalui test hari kedua KSM nasional ini dengan baik dan memperoleh hasil yang memuaskan,” kata Eppendi.

ksm

Prestasi KSM Bisa Tembus Level Dunia

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat membuka KSM 2023 yakin prestasi peserta kompetisi bisa tembus hingga level dunia sehingga bisa mengharumkan nama Indonesia.

“Kita harapkan dari event nasional ini, muncul talenta-talenta muda, yang berprestasi nasional, selajutnya kita antarkan mereka untuk berprestasi di tingkat internasional, membawa nama baik bangsa dan negara Indonesia,” kata Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Namun Menag juga mengingatkan bahwa KSM atau kompetisi apapun bukanlah tujuan. Event ini, kata dia, hanyalah alat, dan sarana untuk memfasilitasi, menemukan, dan membina serta mengembangkan bakat, minat, dan prestasi anak-anak semua.

“Sedang tujuan utamanya adalah bagaimana prestasi yang Anda capai itu benar-benar memberi manfaat kepada orang lain, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan bangsa, negara, dan agama,” jelasnya.