Al Khawarizmi, Ilmuwan Islam Penemu Al Jabar Dan Angka 0 | Yayasan Fatimah Az Zahra Lampung
26469
wp-singular,post-template-default,single,single-post,postid-26469,single-format-standard,wp-theme-stockholm,stockholm-core-2.3.2,eio-default,ehf-template-stockholm,ehf-stylesheet-stockholm,ally-default,qodef-qi--no-touch,qi-addons-for-elementor-1.9.3,select-theme-ver-9.3,ajax_fade,page_not_loaded,menu-animation-underline,header_top_hide_on_mobile,,qode_menu_,elementor-default,elementor-template-full-width,elementor-kit-31874,elementor-page elementor-page-26469,elementor-page-33071

Al Khawarizmi, Ilmuwan Islam penemu Al Jabar dan angka 0

Picture of Az Zahra Lampung

Az Zahra Lampung

Muhammad bin Musa Al Khawarizmi adalah ilmuwan islam yang terkemuka yang menemukan Al Jabar dan angka 0. Aljabar adalah salah satu cabang matematika yang mempelajari tentang pemecahan masalah menggunakan simbol – simbol sebagai pengganti konstanta dan variabel.

 

Selain menemukan aljabar , Al-Khawarizmi juga adalah orang pertama yang menjelaskan kegunaan angka-angka, termasuk angka nol. Karyanya dalam bidang Aritmatika, Kitab al-Jam’a wa al-Tafriq ni al-Hisab al-Hindi (The Book of Addition and Subtraction by the Method of Calculation of the Hindus), memperkenalkan penggunaan angka hindu 1 sampai 9 dan angka nol.

 

 

Melalui Al-Khawarizmi-lah orang-orang Eropa belajar menggunakan angka nol untuk memudahkan menghitung puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya. Bilangan nol ditulis bulat dan didalamnya kosong. Sebelum ada penggunaan angka 0 para matematikawan sangat kesulitan untuk menghitung dan membedakan bilangan terutama bilangan ratusan, ribuan, dan seterusnya. Al-Khawarizmi pun memperkenalkan tanda-tanda negatif yang sebelumnya tidak dikenal di kalangan ilmuwan Arab.

 

 

Al Kharizmi pernah memberikan nasehat, “Seorang manusia itu bila dihiasi dengan akhlak yang mulia maka dia telah mempunyai angka 1 dalam hidupnya. Dan bila dia dikarunia dengan wajah yang cantik atau tampan, ditambahi 0 pada angka satu yang sebelumnya maka jumlahnya 10. Seterusnya bila dia mempunyai harta maka ditambah lagi 0 pada angka sebelumnya maka jadilah angka 100. Seterusnya bila dia memiliki nasab keturunan yang mulia maka ditambahi 0 pada jumlah sebelumnya maka 1000 hasilnya. Coba perhatikan, nilai 0 yang ada pada sifat dan ciri-ciri tambahan manusia itu akan terus meningkat berlipat ganda. Tetapi alangkah ruginya, jika nilai 0 tersebut semakin meningkat tapi tidak bersandar pada angka 1 yang berada didepannya. Ketahuilah angka 1 adalah gambaran bagi akhlak yang mulia, maka sekiranya lenyap akhlak dalam diri seseorang insan tiadalah nilai sebuah kehidupan walaupun disulami dengan beribu kemuliaan.”

 

 

Rujukan :

📖 147 Ilmuwan Terkemukan dalam sejarah Islam karya Muhammad Gharib Gaudah

🌐 http://himatika.fst.uinjkt.ac.id/penemu-angka-nol