يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
(Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.)
Tafsir Surat At Tahrim Ayat 6 secara tegas memerintahkan umat muslim untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT serta mengandung anjuran untuk memelihara diri dan keluarga untuk melaksanakan apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT. Hal ini disampaikan oleh Ustad Dr.H. Ahmad Sujino, S.Pd.I., M.Pd.I dalam kajian rutin Yayasan Fatimah Az Zahra, Sabtu (3/2/2024).

Lebih lanjut dalam kajian bertema Tafsir Surat At Tahrim ayat 6 yang dipandu oleh Abi Zulkarnain itu, Ustad Dr.H. Ahmad Sujino, S.Pd.I., M.Pd.I juga memandang pentingnya kesesuaian antara hati, ucapan dan perbuatan sebagai bagian dari dalil satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
“Ayat ini ditujukan untuk orang beriman kepada Allah dan hari akhir juga ditujukan kepada diri pribadi dan juga keluarga. Pelihara dirimu untuk melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan meninggalkan apa yang Allah larang, yang ditujukan kepada orang beriman khususnya sebagai kepala keluarga untuk mendidik keluarganya, tapi utamanya adalah untuk diri sendiri dahulu,” kata Ustad Dr.H. Ahmad Sujino, S.Pd.I., M.Pd.I.
Oleh karena itu, Ustad Dr.H. Ahmad Sujino, S.Pd.I., M.Pd.I melihat tidak mungkin pendidikan akan berhasil jika tidak diawali oleh diri sendiri.
“Awali dari dirimu sendiri. Pendidikan Islam tidak hanya bersifat wujud tapi lebih kepada contoh atau tauladan atau al qudwah. Yang paling penting dalam ayat itu adalah didiklah dan ajarilah mereka yakni; anak dan istri,” terang Ustad Dr.H. Ahmad Sujino, S.Pd.I., M.Pd.I.
Kemudian, bagaimana cara mendidik keluarga sebagaimana dimaksud dalam ayat itu, adalah dengan men-tauhidkan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
“Isi dan penuhilah hati dan batin mu dengan Lailahaillallah لَا إِلَهَ إِلاَّ الله dan orang beriman yang tauhidnya baik menjadi indikator sendi dasar perubahan umat secara personal dan ini juga akan berdampak pada apa yang dia kerjakan karena pedomannya adalah syukur dan sabar,” jelas Ustad Dr.H. Ahmad Sujino, S.Pd.I., M.Pd.I.



